Detikacehnews.id | Bireuen - Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mempererat silaturahmi. Tidak hanya itu, Ramadhan juga dapat menjadi ajang pengembangan diri bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk mengasah keterampilan serta memperkuat mental dan karakter. Semangat inilah yang melandasi digelarnya Festival Ramadhan Ikatan Santri Gandapura (ISRA) 1446 H/2025 M yang berlangsung di halaman Kantor Camat Gandapura.
Festival Ramadhan yang diselenggarakan oleh Ikatan Santri Gandapura (ISRA) ini bukan sekadar perlombaan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan bakat dan potensi yang mereka miliki. Seluruh santri dari 40 gampong di Kecamatan Gandapura turut serta dalam festival ini, menjadikannya ajang yang inklusif dan penuh semangat persaudaraan.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Dr. H. Jufliwan, SH., MM. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran ISRA dalam membina para santri dan berharap festival ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa generasi muda Islami harus memiliki bekal ilmu dan akhlak yang kuat agar siap menghadapi tantangan zaman.
Festival ini akan berlangsung selama empat hari, menghadirkan berbagai perlombaan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan syiar Islam. Tahun ini, festival tersebut diikuti oleh 160 peserta dari 40 gampong yang ada di Kecamatan Gandapura, menunjukkan antusiasme tinggi dari para santri dalam mengikuti ajang bergengsi ini. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Baca Kitab Matan Takrib, Kitab Fathul Qarib, Hifzil Qur’an Juz 30, serta Azan.
Ketua Ikatan Santri Gandapura, Tgk. Muzammil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi lebih dari itu, merupakan bagian dari pendidikan karakter. "Festival ini mengajarkan santri untuk meningkatkan keterampilan, menjaga sportivitas, dan membangun mental juara. Setiap peserta didorong untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk kemenangan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan masyarakat," ujar Tgk. Muzammil.
Sementara itu, Ketua Penasehat ISRA, Abaya Ulil Amri, menegaskan bahwa perjalanan ISRA bukanlah sesuatu yang mudah. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi sejak awal berdiri, kini ISRA telah memiliki pondasi yang kokoh sebagai wadah pembinaan generasi Qur’ani di Kecamatan Gandapura. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Dinas Syariat Islam, dapat memberikan perhatian khusus bagi ISRA agar dapat terus berkembang dan menghadirkan program-program bermanfaat bagi santri.
Camat Gandapura, Azmi, S.Ag., dalam sambutannya juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif ISRA dalam menyelenggarakan Festival Ramadhan ini. "Keberadaan ISRA memberikan dampak positif bagi suasana Ramadhan di Kecamatan Gandapura. Melalui acara ini, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana memperkokoh nilai-nilai keislaman dan mempererat ikatan silaturahmi di tengah masyarakat," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa semua fasilitas di kantor camat dipersilakan untuk digunakan demi kelancaran acara.
Selain dari pemerintah daerah, apresiasi juga datang dari Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Gandapura, Rijalul Fadhli. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh geuchik serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Ia berharap ISRA terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan syiar Islam di Kecamatan Gandapura.
Sekretaris Jenderal ISRA, Tgk. Iryadi, menegaskan bahwa ISRA bukanlah milik individu tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat Gandapura. Ia menuturkan bahwa organisasi ini hadir untuk mendukung pengembangan bakat santri di berbagai bidang, khususnya dalam penguasaan Al-Qur’an dan kitab kuning. "Festival Ramadhan kali ini menjadi bukti nyata bahwa ISRA bukan hanya tempat belajar, tetapi juga wadah pengembangan karakter dan potensi diri," jelasnya.
Festival Ramadhan ISRA ini semakin meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting di Kecamatan Gandapura. Di antara yang hadir adalah para geuchik, imum chik mesjid, imum mukim, Danramil, Kapolsek, Ketua HUDA, Ketua IPQAH, serta para pimpinan dayah yang turut memberikan dukungan dan doa bagi kesuksesan acara ini. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya peran ISRA dalam menjaga dan mengembangkan tradisi keislaman di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari penutupan, Kadis Dinas Syariat Islam Bireuen, Dr. H. Jufliwan, SH., MM, menyampaikan harapannya agar Festival Ramadhan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang berkembang setiap tahunnya. Ia juga berharap ISRA dapat menghadirkan lebih banyak program edukatif yang mencetak generasi berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Bagi para santri, festival ini menjadi pengingat bahwa belajar dan beribadah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dengan semangat kompetisi yang sehat dan dorongan untuk selalu meningkatkan diri, diharapkan akan lahir generasi muda yang kuat dalam keimanan, cerdas dalam berpikir, serta siap mengabdi untuk agama dan bangsa.
Festival Ramadhan yang digagas oleh Ikatan Santri Gandapura (ISRA) ini membuktikan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan. Dengan dukungan berbagai pihak, acara ini menjadi wadah bagi santri untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Keberadaan ISRA sebagai organisasi yang konsisten dalam pembinaan santri di Kecamatan Gandapura patut diapresiasi. Semoga di masa mendatang, ISRA semakin kuat dan mampu memberikan lebih banyak manfaat, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi perkembangan Islam di Kabupaten Bireuen secara keseluruhan.
Dengan adanya Festival Ramadhan ISRA, diharapkan syiar Islam semakin berkembang di Kecamatan Gandapura, serta mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi untuk bangsa dan agama.