Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Almuslim, Fakhrurrozi.
Detikacehnews.id | Bireuen – Sebuah kebanggaan besar bagi Universitas Almuslim, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), ketika salah satu mahasiswanya, Fakhrurrozi, berhasil lolos dalam program pertukaran mahasiswa ke Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 8 ini akan menempuh studi selama dua semester atau satu tahun akademik di salah satu kampus ternama di Jepang tersebut.
Sebelum keberangkatannya, acara pelepasan resmi dilakukan pada 20 Maret 2025 di Ruang Rapat Kampus Induk Universitas Almuslim. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., beserta jajaran pimpinan universitas, Dekan FKIP, Dr. H. M. Taufiq, M.Pd., dan Ketua Program Studi PGSD FKIP, Asrul Karim, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Umuslim memberikan apresiasi kepada Fakhrurrozi atas keberhasilannya menembus program internasional ini serta berpesan agar ia dapat membawa nama baik kampus di kancah global.
Fakhrurrozi dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 25 Maret 2025. Dari Universitas Almuslim, ia akan diantar oleh tim Kantor Urusan Internasional (KUI) menuju Bandara Kualanamu, Medan. Perjalanan ke Jepang akan ditempuh melalui dua kali transit, yakni di Malaysia dan Filipina, sebelum akhirnya tiba di Jepang pada 26-27 Maret 2025.
"Perjalanan ini tentu tidak mudah, tetapi saya sangat bersyukur karena ini adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu di luar negeri, berkenalan dengan budaya baru, serta membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara," ujar Fakhrurrozi dengan penuh semangat.
Bagi Fakhrurrozi, kesempatan ini bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi ajang untuk meningkatkan pengalaman akademik dan kemampuan bahasa asing. Di NGU, ia akan mengikuti kelas internasional yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai negara.
"Salah satu motivasi utama saya ikut program ini adalah untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan berbahasa asing, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Saya ingin membawa pengalaman berharga ini kembali ke Indonesia dan menerapkannya dalam dunia pendidikan," tambahnya.
Fakhrurrozi juga menuturkan bahwa dari Indonesia, hanya dua mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini di NGU, sehingga ia merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satunya.
Keberhasilan Fakhrurrozi dalam program ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap program student exchange ini sudah muncul sejak awal masuk kuliah.
"Saya memang sudah tertarik sejak awal kuliah karena saya tahu ini adalah kesempatan emas untuk bisa belajar di luar negeri. Saat pendaftaran dibuka pada tahun 2024, saya tidak ingin melewatkannya. Saya pun mendaftar dan mengikuti dua tahap seleksi, yakni seleksi berkas dan wawancara," jelasnya.
Dengan persiapan yang matang dan tekad yang kuat, Fakhrurrozi akhirnya berhasil lolos dan mendapatkan kesempatan emas untuk menempuh studi di Jepang.
Ketua Program Studi PGSD FKIP, Asrul Karim, M.Pd., turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa tersebut.
"Kami berharap Fakhrurrozi dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga membanggakan bagi Universitas Almuslim, khususnya FKIP. Semoga pengalaman yang didapat bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di tingkat internasional," ujar Asrul Karim.
Dengan keberangkatan Fakhrurrozi ke Jepang, Universitas Almuslim kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global. Program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa Umuslim untuk menimba ilmu di luar negeri serta memperkuat hubungan akademik antara Universitas Almuslim dan Nagoya Gakuin University.