Momen Jubir Gubernur Aceh silaturahim dengan Bupati Bireuen di Pendopo Bireuen pada Jumat malam (4/4).
Detikacehnews.id | Bireuen - Dalam suasana penuh kehangatan Hari Raya Idulfitri 1446 H, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST menerima kunjungan silaturahmi dari Teuku Kamaruzzaman atau yang lebih akrab dikenal dengan sapaan Ampon Man, Juru Bicara (Jubir) pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh), pada Jumat malam, 4 April 2025, di Pendopo Bupati Bireuen.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna tersebut, Ampon Man turut didampingi oleh seorang akademisi ternama asal Cot Keumude, Dr. Amiruddin, yang juga merupakan dosen di Universitas Syiah Kuala. Mereka berdiskusi hangat bersama Bupati Mukhlis, membahas sejumlah isu strategis terkait masa depan hubungan antara Pemerintah Provinsi Aceh dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Kunjungan ini menjadi isyarat awal atas komitmen pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menjalin komunikasi dan membangun sinergi dengan seluruh kepala daerah di Aceh, termasuk dengan Kabupaten Bireuen yang memiliki posisi strategis baik secara geografis maupun dalam sektor ekonomi dan pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati H. Mukhlis menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh perwakilan tim Mualem-Dek Fadh, dan menekankan pentingnya kolaborasi antarpemerintah dalam membangun Aceh secara merata dan berkeadilan.
"Kami menyambut baik kunjungan ini, terlebih dalam momen penuh berkah di hari raya Idulfitri. Silaturahmi ini menjadi awal yang baik untuk membuka ruang sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh ke depan," ujar Mukhlis.
Ampon Man dalam keterangannya menyampaikan bahwa pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur sangat terbuka untuk menerima masukan dari seluruh kepala daerah di Aceh. Ia juga menegaskan bahwa Mualem-Dek Fadh berkomitmen memperkuat pembangunan dari kabupaten/kota sebagai garda terdepan pelayanan kepada rakyat.
"Bireuen adalah salah satu daerah kunci dalam pembangunan Aceh. Kedatangan kami ke sini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga mendengar langsung aspirasi dari kepala daerah agar kebijakan Pemerintah Aceh ke depan dapat menyentuh kepentingan rakyat hingga ke akar rumput," ungkap Ampon Man.
Sementara itu, Dr. Amiruddin menyoroti pentingnya pendekatan berbasis keilmuan dan data dalam pembangunan daerah. Ia mendorong agar kebijakan yang akan diambil oleh Pemerintah Aceh nantinya bersifat inklusif dan berbasis partisipasi.
"Dengan latar belakang akademik yang kami miliki, kami siap menjembatani antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintahan agar kebijakan yang dilahirkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman," jelas Dr. Amiruddin.
Pertemuan di Pendopo Bupati Bireuen ini ditutup dengan suasana hangat penuh kekeluargaan. Momen ini sekaligus menjadi simbol bahwa politik di Aceh dapat dijalani dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan harapan baru bagi masa depan yang lebih baik.
Silaturahmi antara Bupati H. Mukhlis dengan Tim Jubir Gubernur Aceh ini diyakini akan menjadi langkah awal yang positif dalam membangun hubungan yang harmonis dan produktif antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh lima tahun ke depan.