Foto Piring Situk Pineung produksi KUPS Lestari Indah, LPHD Siwah // Laporan Raja Julisman.
Detikacehnews.id | Bireuen - Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Bireuen tahun ini semakin berkesan dengan hadirnya inovasi ramah lingkungan. Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, memilih menggunakan piring Situk Pineung, yang terbuat dari pelepah pinang, sebagai wadah jamuan untuk para tamu yang hadir di Pendopo Bupati. Langkah ini tidak hanya menambah nuansa alami dalam perayaan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal dan gerakan peduli lingkungan.
Piring Situk Pineung ini merupakan hasil produksi KUPS Lestari Indah, LPHD Siwah, yang berlokasi di Desa Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen. Produk ini menjadi simbol kearifan lokal yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, sekaligus memberdayakan UMKM di daerah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, H. Mukhlis, ST menegaskan bahwa penggunaan piring Situk Pineung adalah langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan terhadap peralatan makan berbahan plastik sekali pakai. Menurutnya, pelepah pinang yang sebelumnya hanya menjadi limbah kini dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
"Kami ingin memberi contoh bahwa produk lokal seperti Situk Pineung bisa berkualitas dan berdaya saing. Selain itu, ini adalah upaya kami untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan," ujar Bupati Mukhlis di sela-sela jamuan Idul Fitri.
Momen Bupati Bireuen menjamu tamu dengan hidangan menggunakan Piring Situk Pineung.
Piring berbahan pelepah pinang ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai estetika yang unik. Tekstur alaminya memberikan sentuhan khas yang menjadikan sajian makanan tampak lebih eksklusif. Selain itu, piring ini juga terbukti kuat, aman untuk makanan, dan dapat terurai secara alami tanpa mencemari lingkungan.
Pemanfaatan piring Situk Pineung dalam acara resmi Pemkab Bireuen ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi agar produk ini lebih dikenal luas. Ke depan, Pemkab Bireuen berencana untuk semakin menggalakkan penggunaan piring berbahan pelepah pinang di berbagai kegiatan pemerintahan dan usaha kuliner lokal.
"Kami berharap Situk Pineung bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Bireuen dan dapat menembus pasar yang lebih luas. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," tambah Bupati Mukhlis.
Langkah yang dilakukan Bupati Bireuen ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para tamu yang hadir dalam jamuan tersebut. Mereka menilai bahwa inovasi seperti ini harus terus didukung agar kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk ramah lingkungan semakin meningkat.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan produk-produk berbasis sumber daya alam seperti Situk Pineung dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Inisiatif ini juga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mulai beralih ke penggunaan produk-produk yang lebih berkelanjutan.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Bireuen berencana untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan industri berbasis sumber daya alam ini, termasuk dengan menggandeng pelaku usaha dan komunitas pecinta lingkungan. Harapannya, inovasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan alam, serta menjadi langkah awal menuju Bireuen yang lebih hijau dan berkelanjutan.